Sistem Informasi Laboratorium

Standar Operasional Prosedur

📄

EFNKANF

AJS FJAE

Berikut adalah contoh Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah diisi dengan data dummy mengguna...

Download

EFNKANF

Berikut adalah contoh Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah diisi dengan data dummy menggunakan Mesin Bor Duduk (Bench Drill Press) sebagai contoh alatnya.

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)
PENGGUNAAN ALAT: MESIN BOR DUDUK (BENCH DRILL PRESS)
Nomor Dokumen: SOP-WKS-045
Tanggal Efektif: 17 Juni 2026
Revisi: 02
Dibuat Oleh: Budi Santoso (Supervisor Workshop)
Disetujui Oleh: Andi Wirawan (Manajer Operasional)

1. Tujuan
SOP ini bertujuan untuk memberikan panduan standar tentang cara mengoperasikan Mesin Bor Duduk dengan benar, aman, dan efisien untuk mencegah kerusakan alat, mencegah cacat pada material kerja, serta menjamin keselamatan operator dari risiko kecelakaan kerja.

2. Ruang Lingkup
Prosedur ini berlaku untuk seluruh personel, teknisi, atau individu yang berwenang dan telah mendapatkan pelatihan mekanik dasar untuk menggunakan Mesin Bor Duduk di area Workshop Mekanik Gedung B.

3. Tanggung Jawab
Operator/Teknisi: Bertanggung jawab untuk mengikuti instruksi pengoperasian sesuai SOP, menggunakan Alat Pelindung Diri (APD), dan melaporkan jika ada kerusakan.

Supervisor Workshop: Bertanggung jawab untuk memastikan hanya personel terlatih yang menggunakan alat, melakukan inspeksi rutin, dan menyediakan APD yang layak.

4. Perlengkapan Keselamatan (K3)
Sebelum menggunakan alat, pastikan Anda menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) berikut:

Kacamata pelindung (Safety glasses) wajib digunakan untuk melindungi mata dari serpihan material.

Sepatu pelindung (Safety shoes).

Pelindung telinga (Earplugs / Earmuffs) jika alat digunakan lebih dari 1 jam terus-menerus.

PERHATIAN: DILARANG menggunakan sarung tangan kain atau pakaian berlengan panjang yang longgar saat mengoperasikan mesin bor untuk menghindari risiko kain tersangkut pada poros yang berputar.

5. Prosedur Kerja
A. Persiapan Sebelum Pengoperasian
Pastikan area kerja di sekitar Mesin Bor Duduk bersih, kering, dan bebas dari barang-barang yang tidak diperlukan.

Lakukan inspeksi visual pada alat. Pastikan kabel listrik tidak terkelupas, dan v-belt di bagian atas penutup mesin dalam keadaan kencang.

Pilih mata bor yang sesuai dengan jenis material dan ukuran lubang yang diinginkan.

Pasang mata bor ke dalam chuck (kepala bor) dan kencangkan menggunakan kunci chuck. Segera lepaskan kunci chuck dari mesin setelah selesai mengencangkan.

Jepit material kerja dengan kuat menggunakan ragum (vise) di atas meja bor. Jangan pernah menahan material hanya dengan tangan kosong.

Hubungkan kabel daya ke stopkontak dinding (220V).

B. Tahap Pengoperasian
Nyalakan mesin dengan menekan tombol ON (Warna Hijau) yang terletak di panel sisi kiri mesin.

Biarkan mesin berputar tanpa beban selama 10-15 detik untuk memastikan putaran stabil dan tidak ada suara getaran yang janggal.

Arahkan mata bor ke titik pengeboran pada material dengan menarik tuas pemutar di sebelah kanan secara perlahan.

Lakukan pengeboran dengan tekanan yang stabil (tidak terlalu kuat agar mata bor tidak patah).

Untuk material besi/logam yang tebal, teteskan cairan pendingin (cutting fluid) secara berkala ke titik pengeboran untuk mencegah overheating.

Jika terjadi suara bising yang tidak normal, material terlepas dari ragum, atau keluar asap, segera matikan alat dengan menekan tombol EMERGENCY STOP (Warna Merah).

C. Pasca Pengoperasian (Mematikan Alat)
Tarik kembali tuas pemutar ke atas hingga mata bor sepenuhnya keluar dari material kerja.

Matikan alat dengan menekan tombol OFF (Warna Merah).

Tunggu hingga putaran mesin benar-benar berhenti secara total.

Cabut kabel daya dari stopkontak.

Lepaskan mata bor dari chuck dan kembalikan ke kotak penyimpanan mata bor.

Bersihkan serpihan besi/kayu di area meja bor dan ragum menggunakan kuas kecil (Dilarang membersihkan serpihan tajam dengan tangan telanjang atau ditiup dengan mulut).

6. Pemeliharaan dan Pelaporan
Mesin bor harus dibersihkan dari debu dan serpihan material setiap kali selesai digunakan pada pergantian shift.

Pelumasan pada poros engkol (spindle) dan pengecekan ketegangan v-belt dilakukan setiap 1 bulan sekali oleh Tim Maintenance.

Apabila ditemukan kerusakan, tuas macet, atau kabel terkelupas, segera laporkan kepada Tim Maintenance (Ext. 404) dan gantungkan label "RUSAK - JANGAN DIGUNAKAN" pada sakelar mesin.

EFNKANF (Preview)